suara pinggiran


si Kembar
October 8, 2009, 12:52 pm
Filed under: Anak-anak, curhat
Dua anak itu sudah mencapai tahap yang dibilang orang Jawa sebagai ‘juweh’. Mereka menanyakan segala macam pertanyaan yang ‘tidak mutu’ baik kepada saya, bapaknya juga mbaknya yang momong dan tidak berhenti pada satu pertanyaan saja. Misalnya, ” buk, kok burung bisa terbang? Kenapa?” , ” buk, kok berjalan pake kaki? Kenapa?” dan masih banyak lagi pertanyaan yang setipe yang intinya meminta penjelasan sejelas-jelasnya.Saya selalu berusaha mengingatkan diri saya sendiri bahwa memberi jawaban yang singkat yang cenderung berbohong dengan tujuan menghentikan pertanyaan selanjutnya justru berbahaya. Sebab mereka akan merekam informasi itu dan menjadikannya dasar pengetahuan mereka sampai nanti. Jadi saya pun berusaha memberi penjelasan yang mudah mereka mengerti juga tidak menolak menerima dan menjelaskan pertanyaan selanjutnya yang seringnya membuat saya jadi pusing untuk menjawab. Karena saya harus mencari kosakata yang sederhana dan merangkainya menjadi penjelasan yang tidak terlalu panjang untuk mereka bisa dengan mudah menerima. Saya mencoba mengerti pikiran mereka. Dan saya percaya bahwa memberi penjelasan atas pertanyaan2 ‘wagu’ itu juga merupakan sarana untuk saya membangun kedekatan dengan mereka. Menjelaskan dengan pelan, menatap mata mereka, mengelus kepala atau pundak mereka membuat mereka tahu bahwa mereka diperhatikan, disayang, dan yang penting mereka tidak merasa disepelekan hanya karena mereka ‘masih bodoh’.

Saat ini mereka sedang tidur.. Mungkin sejam lagi bangun dengan pertanyaan ‘tidak mutu dan wagu’ yang lebih banyak lagi… Iyo, le, ndhuk..takono apa wae..takwangsuli…




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.